3 jam 34 menit menuju waktu Sholat Subuh di Kota Jakarta
Sumber: https://bimasislam.kemenag.go.id
SUBUH
DUHA
DZUHUR
ASHAR
MAGHRIB
ISYA
04:37
06:24
11:55
15:16
17:48
19:02

Jadwal Sholat Kota Jakarta Bulan Juni 2020

TANGGAL SUBUH DUHA DZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA
Senin, 1 Juni 2020 04:37 06:23 11:54 15:15 17:47 19:01
Selasa, 2 Juni 2020 04:37 06:23 11:54 15:15 17:47 19:01
Rabu, 3 Juni 2020 04:37 06:23 11:54 15:15 17:48 19:01
Kamis, 4 Juni 2020 04:37 06:23 11:55 15:16 17:48 19:01
Jumat, 5 Juni 2020 04:37 06:24 11:55 15:16 17:48 19:02
Sabtu, 6 Juni 2020 04:37 06:24 11:55 15:16 17:48 19:02
Minggu, 7 Juni 2020 04:38 06:24 11:55 15:16 17:48 19:02
Senin, 8 Juni 2020 04:38 06:24 11:55 15:16 17:48 19:02
Selasa, 9 Juni 2020 04:38 06:25 11:55 15:16 17:48 19:02
Rabu, 10 Juni 2020 04:38 06:25 11:56 15:17 17:49 19:03
Kamis, 11 Juni 2020 04:38 06:25 11:56 15:17 17:49 19:03
Jumat, 12 Juni 2020 04:38 06:25 11:56 15:17 17:49 19:03
Sabtu, 13 Juni 2020 04:39 06:26 11:56 15:17 17:49 19:03
Minggu, 14 Juni 2020 04:39 06:26 11:56 15:17 17:49 19:03
Senin, 15 Juni 2020 04:39 06:26 11:57 15:18 17:49 19:04
Selasa, 16 Juni 2020 04:39 06:26 11:57 15:18 17:50 19:04
Rabu, 17 Juni 2020 04:39 06:27 11:57 15:18 17:50 19:04
Kamis, 18 Juni 2020 04:40 06:27 11:57 15:18 17:50 19:04
Jumat, 19 Juni 2020 04:40 06:27 11:58 15:19 17:50 19:05
Sabtu, 20 Juni 2020 04:40 06:27 11:58 15:19 17:50 19:05
Minggu, 21 Juni 2020 04:40 06:28 11:58 15:19 17:51 19:05
Senin, 22 Juni 2020 04:41 06:28 11:58 15:19 17:51 19:05
Selasa, 23 Juni 2020 04:41 06:28 11:58 15:19 17:51 19:05
Rabu, 24 Juni 2020 04:41 06:28 11:59 15:20 17:51 19:06
Kamis, 25 Juni 2020 04:41 06:28 11:59 15:20 17:52 19:06
Jumat, 26 Juni 2020 04:41 06:29 11:59 15:20 17:52 19:06
Sabtu, 27 Juni 2020 04:42 06:29 11:59 15:20 17:52 19:06
Minggu, 28 Juni 2020 04:42 06:29 12:00 15:21 17:52 19:06
Senin, 29 Juni 2020 04:42 06:29 12:00 15:21 17:53 19:07
Selasa, 30 Juni 2020 04:42 06:29 12:00 15:21 17:53 19:07
Juni 2020
Bagi umat muslim di Kota Jakarta mengetahui jadwal imsakiyah, waktu sholat subuh, zuhur, ashar, maghrib dan isya, ashar selama bulan Juni punya arti penting. Yang lebih penting, sholat fardhu lima waktu harus dikerjakan sesuai dengan waktunya.

Sholat fardhu bisa dilaksanakan di rumah atau masjid. Meski demikian, umat muslim sangat dianjurkan menunaikan sholat fardhu di masjid dengan berjamaah, apalagi pada Ramadhan.

Daftar Masjid di Kota Jakarta

Untuk menunaikan sholat fardu, di Kota Jakarta ada banyak masjid tersedia. Namun ada beberapa masjid ikonik yang ada di daerah ini. Beberapa contoh masjid tersebut, antara lain:

  1. Masjid Istiqlal alamat Jl. Taman Wijaya Kusuma Rt.08/02, Kel. Pasar Baru, Kec. Sawah Besar, Jakarta Pusat
  2. Masjid Baitul Ihsan alamat Komp. Bank Indonesia Jl. Budi Kemuliaan/Kebon Sirih, Jakarta Pusat
  3. Masjid Sunda Kelapa alamat Jl. Taman Sunda Kelapa Nomor 16, Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta
  4. Masjid Al-Ikhlas alamat Gedung Kementerian Agama RI, Jl. MH.Thamrin no.6 Jakarta Pusat
  5. Masjid Cut Meutia alamat Jl. Cut Meutia no.1, Menteng, Jakarta Pusat
  6. Masjid Al-Fatah alamat Jl. Menteng Raya No. 58 ( Gedung Muhammadiyah )
  7. Masjid At-Tanwir alamat Stasiun Gambir, Jl. Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Prov. DKI Jakarta
  8. Masjid Asy-Syaakirin alamat Gedung Thamrin City Lt.8, Jl. Kebon Kacang Raya, Kel.Kebon Melati, Kec. Tanah Abang, Jakarta Pusat, Prov.DKI Jakarta
  9. Masjid Baitul Ikhwan alamat Jl. Mardani Raya Kel.Cempaka Putih Barat, Kec.Cempaka Putih, Jakarta Pusat
  10. Masjid Nurul Iman alamat Jl. Sinyar Raya Rt.02/09 Kel.Duri Pulo Kec.Gambir, Jakarta Pusat
Daftar Tempat Favorit

Selain bisa menjalankan ibadah di masjid-masjid tersebut, para musafir dari kota lain dapat juga mengunjungi tempat-tempat favorit di Kota Jakarta ini. Berikut adalah tempat favorit tersebut:

  1. Taman Suropati
  2. Monas
  3. Kota Tua Jakarta
  4. Taman Cattelya
  5. Setu Babakan
  6. Taman Sepeda Banjir Kanal Timur
Makanan Khas

Selain masjid dan tempat favorit, di Kota Jakarta juga terkenal akan makanan khasnya. Makanan khas itu antara lain:

  1. Asinan Betawi
  2. Soto Betawi
  3. Gabus pucung
  4. Sayur babanci
  5. Sayur godog
  6. Sayur besan (Telubuk sayur pemersatu)
  7. Ayam sampyok
  8. Sambelan lengkio
  9. Soto tangkar
  10. Soto mie
  11. Pecak Ikan Gabus
  12. Pecak tembang
  13. Bandeng pesmol
  14. Nasi kebuli
  15. Nasi uduk
  16. Nasi ulam
  17. Gado-gado
  18. Ketoprak
  19. Semur Jengkol
  20. Laksa Betawi
  21. Pindang Bandeng


Khasanah Keislaman Harian

Untuk melengkapi memperkaya khasanah keislaman penting juga untuk mengetahui atau mengingat lagi pengetahuan dasar dalam Islam. Berikut ini adalah khasanah keislaman yang dihimpun Tirto.id.

Selain ada sejumlah hal yang membatalkan puasa, ada perbuatan yang dianggap makruh jika dilakukan saat menjalankan ibadah ini. Makruh adalah istilah fiqih untuk menyebut perbuatan yang sebaiknya tidak dilakukan. Pada dasarnya makruh adalah sesuatu yang dilarang, tetapi tidak haram, sehingga hanya "dibenci" oleh syariat. Jadi, melakukan sesuatu yang makruh memang tidak membatalkan puasa atau menimbulkan dosa, namun bisa mengurangi nilai ibadah tersebut.

Salah satu makruh dalam puasa adalah mencicipi makanan. Sebab, meski hanya sampai di lidah dan kemudian dikeluarkan, makanan yang dicicipi berisiko masuk ke kerongkongan dan membatalkan puasa. Dikutip dari Buku Saku Sukses Ibadah Ramadhan yang diterbitkan LTN NU (2017:25), kitab Hasyiyah an-Nihayah menjelaskan: "Mencicipi makanan adalah makruh bagi orang yang berpuasa, kecuali kalau ada hajat." Hajat yang dimaksud ialah yang tidak bertentangan dengan syariat Islam. Misalnya, memastikan menu berbuka tersaji dengan baik.

Mencium istri saat berpuasa, juga makruh. Para ulama menggolongkan perbuatan mencium istri saat berpuasa sebagai makruh, apabila ciuman itu membangkitkan syahwat. Kalau tidak membangkitkan syahwat, ciuman tidak bermasalah, tetapi lebih baik tetap dihindari. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam kitab Al-Majmu’ Syarh Muhadzab, VI (Hlm. 354), yang dikutip dari NU Online.

Contoh perbuatan makruh lainnya dalam puasa adalah berkumur atau bersiwak (sikat gigi) setelah masuk waktu zuhur. Sebagaimana dilansir NU Online, dalam Kitab Nihayatu al-Zain Fi Irsyadi al-Mubtadiin (Hlm. 195), Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani, menulis: "Hal yang makruh dalam puasa ada tiga belas. Salah satunya bersiwak setelah zuhur."
a