3 jam 26 menit menuju waktu Sholat Dzuhur di Kota Jakarta
Sumber: https://bimasislam.kemenag.go.id
SUBUH
DUHA
DZUHUR
ASHAR
MAGHRIB
ISYA
04:29
06:07
11:50
15:00
17:52
19:01

Jadwal Sholat Kota Jakarta Bulan Oktober 2020

TANGGAL SUBUH DUHA DZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA
Kamis, 1 Oktober 2020 04:23 06:02 11:46 14:51 17:50 18:59
Jumat, 2 Oktober 2020 04:22 06:01 11:45 14:50 17:50 18:59
Sabtu, 3 Oktober 2020 04:22 06:01 11:45 14:49 17:50 18:59
Minggu, 4 Oktober 2020 04:21 06:00 11:45 14:48 17:50 18:59
Senin, 5 Oktober 2020 04:21 06:00 11:45 14:47 17:50 18:58
Selasa, 6 Oktober 2020 04:20 05:59 11:44 14:46 17:50 18:58
Rabu, 7 Oktober 2020 04:20 05:59 11:44 14:45 17:49 18:58
Kamis, 8 Oktober 2020 04:19 05:58 11:44 14:44 17:49 18:58
Jumat, 9 Oktober 2020 04:19 05:58 11:43 14:44 17:49 18:58
Sabtu, 10 Oktober 2020 04:18 05:57 11:43 14:44 17:49 18:58
Minggu, 11 Oktober 2020 04:18 05:57 11:43 14:45 17:49 18:58
Senin, 12 Oktober 2020 04:17 05:57 11:43 14:45 17:49 18:58
Selasa, 13 Oktober 2020 04:17 05:56 11:42 14:46 17:49 18:58
Rabu, 14 Oktober 2020 04:16 05:56 11:42 14:47 17:49 18:58
Kamis, 15 Oktober 2020 04:16 05:55 11:42 14:47 17:49 18:58
Jumat, 16 Oktober 2020 04:15 05:55 11:42 14:48 17:49 18:58
Sabtu, 17 Oktober 2020 04:15 05:55 11:41 14:48 17:49 18:58
Minggu, 18 Oktober 2020 04:14 05:54 11:41 14:49 17:49 18:58
Senin, 19 Oktober 2020 04:14 05:54 11:41 14:49 17:49 18:58
Selasa, 20 Oktober 2020 04:13 05:54 11:41 14:49 17:49 18:59
Rabu, 21 Oktober 2020 04:13 05:53 11:41 14:50 17:49 18:59
Kamis, 22 Oktober 2020 04:12 05:53 11:41 14:50 17:49 18:59
Jumat, 23 Oktober 2020 04:12 05:53 11:40 14:51 17:49 18:59
Sabtu, 24 Oktober 2020 04:12 05:53 11:40 14:51 17:49 18:59
Minggu, 25 Oktober 2020 04:11 05:52 11:40 14:52 17:49 18:59
Senin, 26 Oktober 2020 04:11 05:52 11:40 14:52 17:49 18:59
Selasa, 27 Oktober 2020 04:10 05:52 11:40 14:53 17:49 18:59
Rabu, 28 Oktober 2020 04:10 05:52 11:40 14:53 17:49 19:00
Kamis, 29 Oktober 2020 04:10 05:52 11:40 14:54 17:49 19:00
Jumat, 30 Oktober 2020 04:09 05:51 11:40 14:54 17:49 19:00
Sabtu, 31 Oktober 2020 04:09 05:51 11:40 14:55 17:49 19:00
Oktober 2020
Bagi umat muslim di Kota Jakarta mengetahui jadwal imsakiyah, waktu sholat subuh, zuhur, ashar, maghrib dan isya, ashar selama bulan Oktober punya arti penting. Yang lebih penting, sholat fardhu lima waktu harus dikerjakan sesuai dengan waktunya.

Sholat fardhu bisa dilaksanakan di rumah atau masjid. Meski demikian, umat muslim sangat dianjurkan menunaikan sholat fardhu di masjid dengan berjamaah, apalagi pada Ramadhan.

Daftar Masjid di Kota Jakarta

Untuk menunaikan sholat fardu, di Kota Jakarta ada banyak masjid tersedia. Namun ada beberapa masjid ikonik yang ada di daerah ini. Beberapa contoh masjid tersebut, antara lain:

  1. Masjid Istiqlal alamat Jl. Taman Wijaya Kusuma Rt.08/02, Kel. Pasar Baru, Kec. Sawah Besar, Jakarta Pusat
  2. Masjid Baitul Ihsan alamat Komp. Bank Indonesia Jl. Budi Kemuliaan/Kebon Sirih, Jakarta Pusat
  3. Masjid Sunda Kelapa alamat Jl. Taman Sunda Kelapa Nomor 16, Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta
  4. Masjid Al-Ikhlas alamat Gedung Kementerian Agama RI, Jl. MH.Thamrin no.6 Jakarta Pusat
  5. Masjid Cut Meutia alamat Jl. Cut Meutia no.1, Menteng, Jakarta Pusat
  6. Masjid Al-Fatah alamat Jl. Menteng Raya No. 58 ( Gedung Muhammadiyah )
  7. Masjid At-Tanwir alamat Stasiun Gambir, Jl. Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Prov. DKI Jakarta
  8. Masjid Asy-Syaakirin alamat Gedung Thamrin City Lt.8, Jl. Kebon Kacang Raya, Kel.Kebon Melati, Kec. Tanah Abang, Jakarta Pusat, Prov.DKI Jakarta
  9. Masjid Baitul Ikhwan alamat Jl. Mardani Raya Kel.Cempaka Putih Barat, Kec.Cempaka Putih, Jakarta Pusat
  10. Masjid Nurul Iman alamat Jl. Sinyar Raya Rt.02/09 Kel.Duri Pulo Kec.Gambir, Jakarta Pusat
Daftar Tempat Favorit

Selain bisa menjalankan ibadah di masjid-masjid tersebut, para musafir dari kota lain dapat juga mengunjungi tempat-tempat favorit di Kota Jakarta ini. Berikut adalah tempat favorit tersebut:

  1. Taman Suropati
  2. Monas
  3. Kota Tua Jakarta
  4. Taman Cattelya
  5. Setu Babakan
  6. Taman Sepeda Banjir Kanal Timur
Makanan Khas

Selain masjid dan tempat favorit, di Kota Jakarta juga terkenal akan makanan khasnya. Makanan khas itu antara lain:

  1. Asinan Betawi
  2. Soto Betawi
  3. Gabus pucung
  4. Sayur babanci
  5. Sayur godog
  6. Sayur besan (Telubuk sayur pemersatu)
  7. Ayam sampyok
  8. Sambelan lengkio
  9. Soto tangkar
  10. Soto mie
  11. Pecak Ikan Gabus
  12. Pecak tembang
  13. Bandeng pesmol
  14. Nasi kebuli
  15. Nasi uduk
  16. Nasi ulam
  17. Gado-gado
  18. Ketoprak
  19. Semur Jengkol
  20. Laksa Betawi
  21. Pindang Bandeng


Khasanah Keislaman Harian

Untuk melengkapi memperkaya khasanah keislaman penting juga untuk mengetahui atau mengingat lagi pengetahuan dasar dalam Islam. Berikut ini adalah khasanah keislaman yang dihimpun Tirto.id.

Zakat fitrah wajib ditunaikan ketika matahari terbenam pada malam Idul Fitri hingga sebelum sholat Ied. Zakat fitrah juga boleh dibayarkan pada awal atau selama Ramadan. Namun, zakat fitrah tidak boleh dibayarkan sebelum Ramadan atau setelah sholat Idul Fitri, sebagaimana hadist berikut ini.

"Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitri sebagai penyucian bagi orang yang berpuasa dari ucapan sia-sia dan ucapan keji, dan sebagai sarana memberikan makanan bagi orang miskin. Siapa saja yang membayarnya sebelum shalat Ied, maka ia adalah zakat yang diterima. Tetapi siapa saja yang membayarnya setelah shalat Id, maka ia terhitung sedekah sunnah biasa," (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Zakat fitrah wajib diberikan berupa makanan pokok yang awet disimpan sebanyak satu sha. Di Indonesia, zakat fitrah umumnya berupa beras. Dalam situs resmi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), diterangkan bahwa zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk beras atau makanan pokok, dengan kualitas sesuai yang dikonsumsi sehari-hari, seberat 2,5 kg atau 3,5 liter untuk setiap jiwa. Perintah membayar zakat fitrah dijelaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Umar, bahwa: "Rasulullah mewajibkan zakat fitrah di bulan Ramadan sebanyak satu sha’ kurma atau gandum atas setiap muslim merdeka atau hamba sahaya laki-laki atau perempuan,” (H.R. Bukhari Muslim).

Lalu, apakah boleh membayarkan zakat fitrah dalam bentuk uang? Untuk hal ini, para ulama berbeda pendapat.

Para ulama mazhab Maliki, Syafi’i dan Hanbali bersepakat bahwa zakat fitrah tidak boleh diberikan dalam bentuk uang. Dasarnya, hadits riwayat Abu Said: "Pada masa Rasul shallallahu ala’ihi wasallam, kami mengeluarkan zakat fitrah sebanyak satu sha’ makanan, dan pada waktu itu makanan kami berupa kurma, gandum, anggur, dan keju," (HR. Muslim, Nomor 985).

Sedangkan para ulama mazhab Hanafi membolehkan zakat fitrah dibayarkan dalam bentuk uang yang nilainya setara dengan harga 1 sha' makanan pokok. Mereka berpedoman pada firman Allah SWT: "Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai," (Ali Imran: 92).
a